Di tengah hiruk-pikuk kota Solo, ada sebuah warung sate yang menjadi legendaris di kalangan pencinta kuliner. Namanya adalah Sate Kere Mbah Mardi yang berlokasi di Jl. Godean No.5 K, 7, Area Sawah, Sidomoyo, Kec. Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55264. Bukan hanya sekadar tempat makan, Sate Kere Mbah Mardi telah mengukir namanya sebagai simbol dari makanan rakyat yang kaya akan sejarah dan cita rasa. Namun, apa sebenarnya yang membuat sate ini begitu istimewa? Untuk memahami daya tariknya, mari kita telusuri lebih dalam.
Asal Usul Sate Kere Mbah Mardi
Sate Kere Mbah Mardi bukanlah sate biasa. Dalam bahasa Jawa, “kere” berarti miskin atau sederhana, namun jangan salah, meskipun menggunakan bahan yang sederhana, rasa sate ini begitu menggugah selera. Sejak pertama kali dibuka oleh Mbah Mardi, warung ini telah menjadi bagian dari sejarah kuliner Solo yang tak tergantikan. Mbah Mardi, yang saat itu hanya seorang pedagang sate kecil, berinovasi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang sederhana namun penuh rasa.
Sate Kere Mbah Mardi terbuat dari potongan daging tempe yang dibumbui dengan rempah-rempah khas Jawa. Tempe, yang dikenal sebagai bahan makanan murah dan bergizi, dijadikan sebagai pengganti daging dalam sate ini. Hal ini memberikan keunikan tersendiri karena tempe tidak hanya murah, tetapi juga mengandung banyak protein yang baik untuk tubuh.
Sate Kere Mbah Mardi
1. Kenikmatan Rasa yang Tak Terlupakan

Apa yang membuat Sate Kere Mbah Mardi berbeda dengan sate-sate lain yang ada di Solo? Jawabannya yaitu ada di cara memasak dan bumbu yang dipakai. Tempe yang sudah dipotong kecil-kecil ditusuk dengan tusukan bambu, lalu dipanggang dengan bara api yang panas. Proses pemanggangan yang sempurna memberikan tekstur yang renyah di luar, namun tetap lembut di dalam.
Namun, yang paling penting adalah bumbu kacang yang digunakan. Bumbu kacang Sate Kere Mbah Mardi memiliki cita rasa yang khas, dengan campuran gula merah, kacang tanah, dan rempah-rempah yang pas. Tidak terlalu pedas, namun cukup manis dan gurih untuk membuat setiap gigitan terasa nikmat. Bumbu yang kental dan berlimpah ini adalah salah satu alasan mengapa banyak orang rela mengantri untuk mencicipi Sate Kere Mbah Mardi.
2. Sejarah dan Perjalanan Warung Mbah Mardi

Warung Sate Kere Mbah Mardi pertama kali dibuka pada tahun 1960-an. Mbah Mardi, yang saat itu hanya seorang pedagang kaki lima, memulai usahanya dengan menjual sate tempe keliling dari satu tempat ke tempat lainnya. Keuletan dan ketekunannya dalam mempertahankan resep tradisional membuatnya mendapatkan tempat di hati masyarakat Solo. Seiring berjalannya waktu, warung ini berkembang menjadi lebih besar dan lebih terkenal, hingga akhirnya menjadi salah satu tempat makan legendaris di Solo.
Awalnya, Cuma sedikit orang yang tau Sate Mbah Mardi. Namun, lambat laun, rasa dan keunikan sate ini menarik perhatian banyak orang, baik dari dalam kota Solo maupun luar kota. Warung ini menjadi simbol keberhasilan sebuah usaha kecil yang tumbuh menjadi besar berkat kualitas dan cita rasa yang konsisten.
3. Keunikan Bahan Baku Sate Kere

Salah satu hal yang membuat Sate Kere Mbah Mardi sangat unik adalah penggunaan tempe sebagai bahan utama. Tempe, meskipun dikenal sebagai makanan yang sederhana, memiliki banyak kelebihan. Selain harganya yang murah, tempe juga kaya akan gizi dan sangat mudah didapatkan di pasar-pasar tradisional. Mbah Mardi dengan cerdas memanfaatkan tempe sebagai pengganti daging dalam sate, menjadikannya pilihan yang terjangkau namun tetap lezat.
Selain tempe, bahan lain yang digunakan dalam Sate Mbah Mardi adalah lontong. Lontong yang digunakan di sini dibuat dengan cara yang sangat tradisional, sehingga memiliki tekstur yang kenyal dan tidak mudah hancur saat dipotong. Lontong ini biasanya disajikan bersama sate dan bumbu kacang yang melimpah, menciptakan kombinasi rasa yang sempurna.
4. Popularitas Sate Kere Mbah Mardi

Seiring waktu, popularitas Sate Mbah Mardi semakin meroket. Kini, tidak hanya warga Solo yang datang, tetapi juga wisatawan dari luar kota dan luar pulau. Bahkan, banyak selebriti dan tokoh terkenal yang sempat singgah di warung ini untuk menikmati kelezatannya. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun makanan ini berawal dari resep sederhana, kualitas dan rasanya mampu menarik perhatian banyak orang.
Warung ini pun semakin berkembang, dengan beberapa cabang yang mulai dibuka di berbagai tempat. Namun, meskipun sudah memiliki cabang, banyak orang masih merasa bahwa rasa yang paling otentik tetap dapat ditemukan di warung asli yang pertama kali didirikan oleh Mbah Mardi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun warung ini berkembang, mereka tetap menjaga kualitas dan cita rasa yang membuatnya terkenal.
5. Sate Kere Mbah Mardi dan Budaya Kuliner Solo

Sate Mbah Mardi bukan hanya sekadar hidangan lezat, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kuliner Solo yang kaya akan tradisi. Makanan ini mencerminkan bagaimana masyarakat Solo memanfaatkan bahan-bahan yang ada dengan bijak dan kreatif. Sate Mbah Mardi adalah contoh nyata bagaimana kuliner sederhana bisa menjadi luar biasa jika diproses dengan cinta dan dedikasi.
Tidak hanya itu, Sate Mbah Mardi juga mencerminkan budaya gotong royong yang kental di Solo. Warung ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pedagang hingga pejabat, dari anak muda hingga orang tua. Semua bisa menikmati sate ini bersama-sama, mempererat hubungan sosial di antara mereka.
Mengapa Sate Kere Mbah Mardi Patut Dicoba?
Bagi Anda yang belum pernah mencoba Sate Mbah Mardi, ada banyak alasan untuk segera melangkah menuju warung ini. Pertama, Anda akan merasakan cita rasa yang otentik dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. Kombinasi tempe yang gurih, lontong yang kenyal, dan bumbu kacang yang kaya rasa membuat setiap gigitan menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Selain itu, warung ini juga menyajikan suasana yang sangat khas Solo. Meskipun sudah menjadi terkenal, suasana yang ramah dan bersahaja tetap terasa. Anda tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga untuk merasakan atmosfer hangat yang sudah menjadi bagian dari sejarah warung ini.
Kesimpulan
Sate Mbah Mardi bukan hanya sekadar sebuah hidangan kuliner, melainkan juga merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah dan budaya kota Solo yang terus berkembang dan diwariskan dengan penuh makna dari satu generasi ke generasi berikutnya. Warung yang telah berdiri lama ini mengajarkan kita bahwa kesederhanaan dalam suatu hidangan bisa menjadi luar biasa ketika dipersiapkan dengan penuh dedikasi, semangat, dan cinta. Oleh karena itu, jika Anda berkunjung ke Solo, pastikan untuk tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati Sate Mbah Mardi, dan nikmati sendiri cita rasa otentik yang telah memikat hati banyak orang selama lebih dari lima dekade lamanya.
Pengen sepedaan sambil jalan-jalan, tapi ga punya sepeda? Sewa Sepeda solusinya!!